JAKARTA, 29 September 2026 — Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Persada Indonesia (LPPM UPI) Y.A.I terus memperkuat posisinya dalam peta pendidikan tinggi nasional maupun global. Melalui pengembangan ekosistem riset yang berkelanjutan sejak 2017, LPPM UPI Y.A.I sukses mendorong lonjakan raihan hibah penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, sekaligus melibatkan ratusan akademisi dari berbagai perguruan tinggi.
Direktur LPPM UPI Y.A.I, Dr. Sularso Budi Laksono, M.Kom., mengungkapkan bahwa fondasi ekosistem ini diawali dari penyelenggaraan Seminar Nasional Industri Kreatif, Informatika, Teknologi, dan Humaniora (IKRAITH) serta rangkaian workshop metodologi riset dan penulisan proposal hibah.
"Sejak 2017 kami membangun ekosistem, baik untuk internal maupun eksternal UPI Y.A.I. Dampak nyatanya terasa dari raihan berbagai skema hibah penelitian, mulai dari Dosen Pemula, Riset Fundamental, Riset Terapan, hingga Penelitian Tesis Magister di berbagai disiplin ilmu seperti psikologi, teknik, ekonomi, dan IT," ujar Dr. Sularso.
Perluas Jejaring Melalui PKM Kolaborasi dan International Corporation Trip
Ekosistem yang dibangun LPPM UPI Y.A.I tidak hanya berskala internal, tetapi meluas ke tingkat nasional dan internasional. Di tingkat nasional, program PKM Kolaborasi—seperti kegiatan ke-8 yang diselenggarakan di Desa Wisata Hanseli, Kabupaten Sukabumi—telah melibatkan 100 hingga 150 dosen dari lintas perguruan tinggi untuk mendampingi pengembangan potensi masyarakat desa.
Selain itu, wadah ilmiah seperti Seminar Nasional IKRAITH yang memasuki penyelenggaraan ke-10 pada Oktober ini, serta Seminar Nasional Inovasi Nusantara (Inonus), telah menghubungkan ribuan mahasiswa dan akademisi se-Indonesia secara daring.
Di level global, LPPM UPI Y.A.I mengusung program International Corporation Trip (ICT) sebagai ajang diplomasi akademik dan internasionalisasi. Program penjajakan kerja sama riset ini telah menjangkau berbagai kampus di Asia Tenggara.
"Melalui ICT, kami mengunjungi kampus-kampus mitra luar negeri di Malaysia, Singapura, Filipina, hingga Thailand, dengan turut mengajak para pimpinan dan dosen dari perguruan tinggi lain di Indonesia untuk bergabung. Ini bagian dari strategi internasionalisasi yang tidak terbatas pada skala regional," jelas Dr. Sularso.
Mahasiswa Terlibat Langsung dan Raih Rekognisi Lapangan
Salah satu fokus utama LPPM UPI Y.A.I adalah pelibatan mahasiswa dalam setiap proyek hibah dosen. Mahasiswa tidak hanya bertindak sebagai asisten peneliti di lapangan, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktis dalam pembuatan kuesioner, penyusunan artikel ilmiah, dokumentasi, hingga komunikasi dengan mitra industri dan masyarakat.
Keterlibatan aktif ini memberikan nilai tambah berupa rekognisi akademik, pengayaan wawasan praktis, dan pembentukan karakter kepemimpinan di lapangan.
"Ilmu pengetahuan bersifat dinamis. Oleh karena itu, mahasiswa dan alumni tidak boleh hanya terpaku pada materi di dalam kelas. Pembentukan relasi, pemahaman persoalan nyata di lapangan, serta pengembangan keterampilan keberlanjutan adalah kunci utama untuk berkiprah di masyarakat," pungkas Dr. Sularso.
Melalui sinergi antara Rencana Strategis (Renstra) Universitas, pencapaian akreditasi berkala, serta perluasan kolaborasi global, LPPM UPI Y.A.I optimistis dapat terus mencetak inovasi riset yang berdampak langsung bagi kemajuan sains dan kemaslahatan publik.

English