Ubah Dinding Kampung Jadi Destinasi Wisata, UPI Y.A.I Dorong Pemberdayaan Masyarakat Lewat Inovasi Mural Co-Design

Ubah Dinding Kampung Jadi Destinasi Wisata, UPI Y.A.I Dorong Pemberdayaan Masyarakat Lewat Inovasi Mural Co-Design


JAKARTA, 24 September 2026 — Seni mural kerap diidentikkan sekadar sebagai dekorasi visual peniup estetika kota. Namun, di tangan tim akademisi Universitas Persada Indonesia (UPI) Y.A.I, goresan cat di dinding warga disulap menjadi media edukasi, literasi, sekaligus penggerak roda ekonomi berbasis wisata kampung.


Melalui program pemberdayaan masyarakat di Kampung Literasi Palmeriam, Matraman, Jakarta Timur, dosen Arsitektur UPI Y.A.I, Dr. Euis Puspita Dewi, M.Si, menginisiasi gerakan penataan ruang publik berbasis kolaborasi interaktif atau co-design. Inovasi ini memadukan peran perguruan tinggi, pemerintah daerah, komunitas, dan warga lokal.


Iswoespita menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menjembatani teori pembelajaran di ruang kuliah dengan persoalan nyata di tengah masyarakat. Mahasiswa tidak hanya belajar konsep ruang dan desain, tetapi diajak turun langsung mulai dari proses survei, pemetaan potensi, pematangan ide, hingga eksekusi di lapangan.


"Kami mengambil program inovasi khususnya terkait mural untuk dikembangkan menjadi lebih dari sekadar seni ataupun dekorasi. Bagaimana mural ini dijadikan media komunikasi visual, media literasi, edukasi, dan yang terpenting pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan perekonomian melalui wisata kampung," ujar Dr. Euis Puspita Dewi, M.Si.


Pendekatan Co-Design dan Rasa Memiliki (Sense of Belonging)


Salah satu nilai kebaruan dari program ini terletak pada metode co-design. Berbeda dari pembuatan mural konvensional, ide visual dan konsep narasi mural digali langsung dari warga Kampung Palmeriam.


Dengan keterlibatan aktif warga sejak tahap perancangan hingga pengecatan, mural yang dihasilkan mampu mencerminkan identitas kolektif kampung. Lebih dari itu, pola kerja partisipatif ini menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) yang kuat sehingga warga secara mandiri terdorong untuk menjaga dan merawat ruang publik tersebut secara berkelanjutan.


Langkah strategis ini terwujud berkat kolaborasi lintas sektor (pentahelix) yang melibatkan akademisi UPI Y.A.I, Kelurahan Palmeriam, Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), serta komunitas Balai Buku yang berfokus pada gerakan literasi.


Menyiapkan Warga Menjadi Tour Guide Wisata Mural


Tak berhenti pada hasil karya seni di dinding, program ini dirancang secara terstruktur melalui tiga tahapan utama: pelatihan teknik mural, workshop produksi mural bersama, serta pelatihan dan simulasi pengelolaan wisata mural.


Dalam tahap simulasi wisata, warga lokal dilatih untuk mengambil peran sebagai pemandu wisata (tour guide). Mereka dibekali kemampuan untuk menjelaskan makna tersembunyi di balik lukisan mural, cerita sejarah kampung, hingga mengarahkan wisatawan menuju spot-spot edukatif yang menarik.


Pihak Kelurahan Palmeriam beserta jajaran Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) memberikan dukungan penuh atas keberlanjutan program ini. Integrasi antara seni visual, narasi literasi, dan kesiapan SDM lokal diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan urban serta membuka peluang usaha baru bagi warga sekitar.


"Harapan kami kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini saja. Kami ingin Kampung Palmeriam dapat terus berkembang menjadi destinasi wisata yang berkelanjutan, berdampak nyata bagi ekonomi warga, dan menginspirasi wilayah lain," pungkas Dr. Euis Puspita Dewi, M.Si.


 

Share:

Tags: Mural Palmeriam,Wisata Mural,UPI YAI,Iswoespita Dewi,Co-Design Mural,Pemberdayaan Masyarakat,Kampung Literasi Palmeriam,Wisata Edukasi Jakarta