WALHI dan UPI Y.A.I Perkuat Kolaborasi Lingkungan: Isu Lingkungan Bisa Dikemas Lewat Media Kreatif

WALHI dan UPI Y.A.I Perkuat Kolaborasi Lingkungan: Isu Lingkungan Bisa Dikemas Lewat Media Kreatif

WALHI dan UPI Y.A.I Perkuat Kolaborasi Lingkungan: Isu Lingkungan Bisa Dikemas Lewat Media Kreatif

JAKARTA – Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Universitas Persada Indonesia Y.A.I dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia menjadi langkah penting dalam memperkuat kolaborasi pendidikan lingkungan, komunikasi publik, dan gerakan keadilan ekologis di kalangan mahasiswa.

Dalam sesi wawancara dan diskusi bersama mahasiswa, perwakilan WALHI, Umbu Wulang Tanamahu Paranggi, menegaskan bahwa isu lingkungan hidup bukan lagi persoalan kecil, melainkan persoalan masa depan generasi mendatang yang harus diperjuangkan bersama.

Menurutnya, kampus memiliki peran penting dalam melahirkan generasi muda yang tidak hanya kreatif secara visual, tetapi juga memiliki keberpihakan terhadap isu lingkungan dan kemanusiaan.

WALHI Kenalkan Konsep Keadilan Ekologis kepada Mahasiswa

Dalam pemaparannya, Umbu menjelaskan bahwa WALHI saat ini mengusung konsep keadilan ekologis sebagai panduan utama gerakan lingkungan hidup.

Konsep tersebut menempatkan manusia dan alam pada posisi yang setara, sehingga alam tidak lagi dipandang sebagai objek eksploitasi, melainkan sebagai bagian dari kehidupan yang harus dijaga bersama.

Keadilan ekologis adalah panduan moral yang menempatkan manusia dan alam pada tataran yang sama,” jelasnya.

Menurut Umbu, pendekatan tersebut penting dipahami mahasiswa karena berbagai persoalan lingkungan yang terjadi saat ini berhubungan langsung dengan masa depan generasi muda.

Mahasiswa Diminta Punya Perspektif Kritis terhadap Isu Lingkungan

Dalam rangkaian program Kuliah Kerja Nyata (KKN) bersama WALHI di Caringin, Bogor, mahasiswa diajak untuk aktif membangun perspektif kritis terhadap persoalan ekologis di Indonesia.

Mahasiswa diminta mempersiapkan pandangan terkait tiga hal utama, yaitu persoalan lingkungan terbesar di Indonesia, solusi yang dapat ditawarkan generasi muda, serta pandangan mereka mengenai keadilan ekologis.

Menurut Umbu, mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori, tetapi juga harus mampu menyampaikan gagasan dan pesan lingkungan kepada publik melalui media komunikasi yang kreatif.

Kita ingin mahasiswa belajar bagaimana mengomunikasikan isu lingkungan ke ruang-ruang publik,” ujarnya.

Isu Lingkungan Bisa Dikemas Lewat Media Kreatif

Dalam diskusi tersebut, Umbu juga menjelaskan bahwa isu lingkungan dapat divisualisasikan melalui berbagai medium komunikasi, mulai dari desain visual, film, kampanye publik, hingga media digital.

Mahasiswa diajak untuk membahas berbagai persoalan lingkungan seperti sampah, perubahan iklim, pencemaran udara, hingga proyek strategis nasional yang berdampak terhadap lingkungan hidup.

Ia menilai mahasiswa komunikasi dan desain memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran publik terhadap isu ekologis melalui karya kreatif yang berdampak sosial.

WALHI Dorong Lahirnya Anak Muda yang Peduli Lingkungan

Umbu juga menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam perjuangan lingkungan hidup.

Ia mengaku prihatin karena banyak mahasiswa yang magang atau mengikuti program bersama WALHI, tetapi belum banyak yang benar-benar melanjutkan perjuangan di bidang advokasi lingkungan.

Menurutnya, persoalan ekologis merupakan isu serius karena berbagai konflik global saat ini banyak dipengaruhi perebutan sumber daya alam.

Semua perang yang terjadi hari ini sebenarnya adalah perang perebutan sumber daya alam,” katanya.

Karena itu, WALHI berharap semakin banyak anak muda yang memiliki kemampuan komunikasi publik, audio visual, dan desain kreatif ikut terlibat dalam gerakan lingkungan hidup.

WALHI Sebut Lingkungan Bukan Sekadar Isu Karitatif

Dalam sesi tanya jawab, Umbu menjelaskan bahwa kontribusi terbesar WALHI selama ini bukan hanya kegiatan penghijauan atau aksi sosial semata, tetapi perjuangan advokasi kebijakan lingkungan.

Ia mencontohkan perjuangan WALHI dalam menggugat berbagai kasus lingkungan besar di Indonesia, termasuk kasus PT Freeport dan PT Indorayon yang kini dikenal sebagai PT Toba Pulp Lestari.

Menurutnya, perjuangan tersebut berhasil mendorong perubahan penting dalam perlindungan lingkungan hidup dan hak masyarakat.

Salah satunya adalah lahirnya perlindungan hukum bagi masyarakat yang memperjuangkan lingkungan hidup agar tidak mudah dipidana.

Generasi Muda Diingatkan tentang Keadilan Antar Generasi

Umbu juga menekankan pentingnya konsep keadilan antar generasi dalam perjuangan lingkungan hidup.

Ia mengingatkan bahwa generasi saat ini memiliki tanggung jawab menjaga lingkungan agar tetap dapat dinikmati oleh generasi berikutnya.

Jangan sampai anak cucu kita memaki kita karena kita tidak sanggup menjaga lingkungan untuk mereka,” ungkapnya.

Melalui kerja sama antara Universitas Persada Indonesia Y.A.I dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang kritis, kreatif, dan memiliki kepedulian nyata terhadap masa depan lingkungan hidup Indonesia.

Share:

Tags: WALHI,UPI YAI,keadilan ekologis,Umbu Wulang Tanamahu Paranggi,green campus,MoU UPI YAI WALHI,lingkungan hidup Indonesia,mahasiswa dan lingkungan,komunikasi publik lingkungan,kampanye lingkungan,KKN WALHI,ecological justice,perubahan iklim,advokasi lingkun