Debat Kandidat BEM dan BPM Fakultas Psikologi UPI Y.A.I 2026: Menguji Gagasan, Menyiapkan Pemimpin
Universitas Persada Indonesia Y.A.I melalui Fakultas Psikologi menyelenggarakan kegiatan Debat Kandidat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Badan Pengawas Mahasiswa (BPM) Tahun 2026 pada 15 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari proses demokrasi kampus untuk menguji visi, integritas, serta kesiapan para calon pemimpin mahasiswa dalam menjalankan organisasi kemahasiswaan. Debat Kandidat BEM dan BPM Fakultas Psikologi UPI Y.A.I 2026 mengusung semangat “Menguji Gagasan, Menyiapkan Pemimpin” sebagai bentuk komitmen dalam melahirkan pemimpin yang mampu mendengar aspirasi, berdialog secara sehat, dan bertindak demi kepentingan bersama.
Panggung Demokrasi Mahasiswa Fakultas Psikologi UPI Y.A.I
Dalam sambutannya, Wakil Dekan III Fakultas Psikologi UPI Y.A.I, Bapak Mustofa, S.SI., M.I.Kom, menegaskan bahwa debat bukan sekadar kompetisi, melainkan sarana pembelajaran kepemimpinan yang harus dijalankan dengan mengedepankan etika dan akhlakul karimah.
“Kalian yang akan meneruskan regenerasi menjadi pengurus BEM dan BPM di tahun depan, maka silakan lakukan debat ini dengan sebaik-baiknya dengan tetap mengedepankan akhlakul karimah serta etika sebagai seorang mahasiswa.”
Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen Fakultas Psikologi dalam membangun budaya organisasi mahasiswa yang sehat dan berintegritas.
Pemaparan Visi dan Misi Kandidat BPM
Pasangan Calon BPM Nomor Urut Satu, Muhammad Kevin Kasamiraj dan Muhammad Abdul Husna, menekankan pentingnya keberanian mendengar aspirasi mahasiswa, konsistensi dalam advokasi, serta ketegasan dalam menjalankan fungsi legislatif organisasi kemahasiswaan.
Sementara itu, Pasangan Calon BPM Nomor Urut Dua, Thoriq Haryo Ibrahim Rianto dan Raisya Fatiha Arzaqi, menyampaikan komitmen untuk menghadirkan BPM yang responsif, transparan, dan berintegritas melalui proses organisasi yang terbuka dan akuntabel.
Visi BEM: Ruang Aman untuk Bertumbuh
Pada sesi pemaparan visi dan misi BEM, Tiara Aisyah Ramadhani sebagai calon Ketua BEM bersama Muhammad Umar sebagai calon Wakil Ketua BEM menyampaikan bahwa BEM tidak hanya berfungsi sebagai penyelenggara program kerja, tetapi juga sebagai ruang aman bagi mahasiswa untuk bertumbuh, berkolaborasi, mengembangkan potensi, dan memperjuangkan aspirasi bersama.
Proses Pemungutan Suara dan Hasil Pemilihan
Setelah sesi debat dan pemaparan visi misi, kegiatan dilanjutkan dengan proses pemungutan suara oleh mahasiswa Fakultas Psikologi. Berdasarkan hasil perolehan suara, pasangan Thoriq Haryo Ibrahim Rianto dan Raisya Fatiha Arzaqi terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua BPM Fakultas Psikologi UPI Y.A.I 2026.
Komitmen Kepemimpinan BPM Terpilih
Dalam sambutannya, Ketua BPM terpilih menyampaikan bahwa kepemimpinan adalah proses yang selalu bergerak menuju perubahan dan kebajikan.
“Setiap pergerakan ada perubahan, dan setiap perubahan selalu ada kebajikan.”
Pesan tersebut menjadi refleksi bahwa kepemimpinan mahasiswa tidak hanya tentang jabatan, tetapi juga tentang tanggung jawab untuk membawa perubahan positif bagi lingkungan kampus.
Membangun Budaya Demokrasi Kampus yang Partisipatif
Kegiatan Debat Kandidat BEM dan BPM Fakultas Psikologi UPI Y.A.I 2026 menjadi bukti nyata komitmen fakultas dalam membangun budaya demokrasi yang partisipatif, berintegritas, dan menjunjung tinggi nilai-nilai akademik. Momentum ini diharapkan mampu melahirkan pemimpin mahasiswa yang tidak hanya memiliki gagasan yang baik, tetapi juga mampu mengimplementasikannya demi kemajuan organisasi dan civitas akademika.
Melalui proses demokrasi yang sehat, Fakultas Psikologi UPI Y.A.I terus mendorong regenerasi kepemimpinan mahasiswa yang berkarakter, visioner, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

English